Gen Z vs Milenial: Siapa Paling Jago Kelola Keuangan? Cek Strateginya di Sini!

Table of Contents

Sejak Gen Z mulai memasuki dunia kerja, perdebatan tentang siapa yang lebih unggul tak hanya soal gaya hidup, tapi juga merambah ke ranah keuangan. Generasi Milenial, yang kini mendominasi pasar kerja, punya cara tersendiri mengelola uang. Sementara itu, Gen Z yang baru beranjak dewasa juga punya jurus-jurus andalan yang tak kalah jitu.

Lalu, siapa yang paling jago? Jawabannya tidak sesederhana itu. Keduanya memiliki strategi yang unik, yang dipengaruhi oleh pengalaman, latar belakang, dan tentu saja, perkembangan teknologi. Mari kita bedah satu per satu!

Milenial: Generasi yang Tumbuh di Tengah Krisis dan Kebangkitan Digital

Generasi Milenial (lahir sekitar 1981-1996) adalah saksi hidup dari berbagai krisis ekonomi, dari krisis 1998 hingga krisis finansial global 2008. Pengalaman ini membentuk mereka menjadi generasi yang lebih konservatif dan berhati-hati dalam mengambil keputusan finansial. Namun, mereka juga menjadi generasi pertama yang sepenuhnya mengadopsi internet dan teknologi digital, yang membuka peluang baru.

Strategi Keuangan Milenial:

  1. Prioritas pada Tabungan dan Dana Darurat: Banyak Milenial yang sangat menekankan pentingnya menabung dan memiliki dana darurat. Mereka cenderung lebih disiplin menyisihkan sebagian gaji untuk pos ini, karena pengalaman melihat ketidakstabilan ekonomi di masa lalu.

  2. Investasi Jangka Panjang: Milenial cenderung lebih tertarik pada investasi yang stabil dan jangka panjang, seperti properti atau reksa dana. Mereka menganggap investasi ini sebagai "pohon" yang akan memberikan hasil di masa tua.

  3. Hibrida Keuangan: Mengambil pendekatan hibrida dalam pengelolaan uang, Milenial seringkali masih menggunakan metode tradisional (mencatat pengeluaran di buku) sambil memanfaatkan aplikasi keuangan digital untuk memantau saldo dan transaksi.

  4. Loyalitas Merek: Secara umum, Milenial lebih loyal pada merek produk dan layanan keuangan tertentu yang mereka percaya, misalnya bank-bank besar yang sudah teruji.

  5. Eksplorasi Hobi Menghasilkan Uang: Dengan internet, banyak Milenial yang mulai mengeksplorasi hobi menjadi sumber penghasilan tambahan, seperti menjadi blogger, content creator, atau membuka toko online kecil-kecilan.

Gen Z: Generasi yang Lahir dengan Smartphone di Tangan

Generasi Z (lahir sekitar 1997-2012) adalah "generasi digital native". Mereka tumbuh di era internet berkecepatan tinggi, media sosial, dan kemudahan akses informasi. Lingkungan ini membuat mereka lebih cepat beradaptasi, berani mengambil risiko, dan memiliki mentalitas "semua bisa dilakukan sendiri".

Strategi Keuangan Gen Z:

  1. Investasi Sejak Dini: Berkat kemudahan akses informasi, Gen Z tidak menunggu tua untuk mulai berinvestasi. Banyak dari mereka yang sudah mulai berinvestasi sejak usia belasan tahun, bahkan dengan modal receh melalui aplikasi investasi yang ramah pemula.

  2. Suka dengan Instrumen Berisiko: Gen Z lebih berani mengambil risiko. Mereka tertarik pada instrumen investasi yang berpotensi memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat, seperti saham-saham volatil, mata uang kripto, atau NFT.

  3. Teknologi Adalah Kunci: Pengelolaan keuangan Gen Z sangat bergantung pada teknologi. Mereka menggunakan aplikasi perbankan digital, dompet elektronik, dan aplikasi investasi dalam satu genggaman. Mereka cenderung lebih praktis dan tidak suka metode konvensional.

  4. Mentalitas Side Hustle: Dibandingkan Milenial, Gen Z lebih termotivasi untuk memiliki penghasilan tambahan atau yang sering disebut side hustle. Mereka memanfaatkan media sosial untuk menjadi affiliate marketer, dropshipper, atau bahkan menjual jasa digital.

  5. Pengaruh Media Sosial yang Kuat: Keputusan finansial Gen Z sangat dipengaruhi oleh tren di media sosial. Mereka seringkali mendapatkan informasi investasi atau tips keuangan dari para influencer atau finfluencer di platform seperti TikTok atau Instagram.

Jadi, Siapa yang Paling Unggul?

Baik Milenial maupun Gen Z memiliki kelebihan dan kekurangan dalam strategi keuangan mereka.

  • Milenial unggul dalam hal kehati-hatian dan perencanaan jangka panjang. Mereka adalah fondasi yang kokoh dalam mengelola keuangan.

  • Gen Z unggul dalam hal adaptasi teknologi, keberanian mengambil risiko, dan mentalitas untuk terus mencari cuan tambahan. Mereka adalah inovator yang lincah.

Yang paling penting adalah, kita bisa belajar dari keduanya. Milenial bisa belajar dari Gen Z untuk lebih berani mengambil risiko dan memanfaatkan teknologi secara maksimal. Sebaliknya, Gen Z bisa belajar dari Milenial tentang pentingnya kehati-hatian, perencanaan jangka panjang, dan memiliki fondasi keuangan yang kuat (seperti dana darurat).

Pada akhirnya, tidak ada satu strategi pun yang sempurna. Yang terpenting adalah menemukan keseimbangan yang tepat, antara konservatif dan inovatif, antara menabung dan berinvestasi, serta antara disiplin dan menikmati hidup. Dengan begitu, kita bisa membangun masa depan finansial yang cerah, tidak peduli dari generasi mana pun kita berasal.

Posting Komentar